Jurnal Kesehatan http://jurnal.akbid-wirabuana.ac.id/index.php/jukes <p>Journal Kesehatan Akbid Wirabuana</p> en-US Thu, 01 Apr 2021 00:00:00 +0000 OJS 3.3.0.5 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 HUBUNGAN PARITAS PADA IBU NIFAS DENGAN TEKNIK MENYUSUI YANG BENAR http://jurnal.akbid-wirabuana.ac.id/index.php/jukes/article/view/4 <p>Di sekitar kita banyak anggapan yang kurang benar yang berkaitan dengan menyusui, banyak <br>ibu yang beranggapan bahwa ASI nya tidak cukup dan badan menjadi gemuk. Bagi ibu yang baru<br>pertama melahirkan mungkin akan mengalami kendala, hanya karena belum tahu tentang cara yang<br>mungkin sebenarnya sederhana, contonya menaruh bayi pada payudara, isapan bayi yang akan<br>menimbulkan puting nyeri. Agar dapat sampai pada tahap keberhasilan menyusui dibutuhkan<br>pengetahuan tentang teknik menyusui yang benar <br>Metode penelitian ini dengan menggunakan deskriptif analitik dan rancangan cross sectional.<br>Penelitian ini dilaksanakan di BPM Syifa Amaliyah, Amd.Keb dan waktu dalam penelitian ini<br>dilaksanakan pada bulan Juli-Desember 2018. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu nifas sebanyak<br>30 orang. Teknik pengambilan sampel dilaksanakan dengan Total Sampling. Sedangkan analisis data<br>yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat. Untuk<br>mengetahui hubungan variable digunakan uji Chi Square. <br>Hasil penelitian didapatkan bahwa paritas mayoritas ibu nifas adalah multipara sejumlah 16<br>responden (53.3%) dan primipara sejumlah 14 responden (46.7%). Sedangkan teknik menyusui yang<br>baik sejumlah 13 responden (43.3%) dan teknik menyusui yang kurang baik sejumlah 17 responden <br>(56.7%). Hasil analisis data menggunakan uji statistik Chi - Square (χ<br>2<br>) dengan tingkat kemaknaan <br>95% (α = 0,05), yang berarti adanya hubungan signifikan antara paritas dengan teknik menyusui yang<br>benar pada ibu nifas. Dimana nilai ρ - Value = 0,008 lebih kecil dari α = 0,05. <br>Pada penelitian ini dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara paritas<br>pada masa nifas dengan teknik menyusui yang benar di BPM Syifa Amaliyah, Amd.Keb pada bulan<br>Juli-Desember 2018.</p> Fitri Yuliastuti Setyoningsih; admin admin Copyright (c) 2021 Jurnal Kesehatan http://jurnal.akbid-wirabuana.ac.id/index.php/jukes/article/view/4 Fri, 30 Apr 2021 00:00:00 +0000 KARAKTERISTIK IBU YANG MENGALAMI KANKER SERVIKS http://jurnal.akbid-wirabuana.ac.id/index.php/jukes/article/view/10 <p>Angka kejadian kanker serviks di indonesia saat ini masih menduduki angka tertinggi di <br>bandingkan Negara-negara ASEAN lainnya, kanker serviks merupakan penyakit kanker perempuan<br>yang mengakibatkan kematian terbanyak akibat penyakit kanker terutama di negara berkembang<br>Berdasarkan penelitian kanker serviks yang di lakukan di RSUD dr. H. Abdul Moelok Bandar<br>Lampung tahun 2020 kanker serviks di dapatkan berjumlah 83 kasus. Tujuan penelitian ini adalah<br>untuk mengetahui karakteristik ibu yang mengalami kanker serviks tahun 2020. <br>Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah<br>seluruh ibu yang mengalami kanker servik di dr. H. RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung tahun<br>2020 dan Sampel dihitung menggunakan teknik total sampling yang berjumlah 83 kasus, Alat ukur<br>yang di gunakan dalam penelitian ini berupa ceklist kemudian di analisasi dengan distribusi dan<br>frekuensi. <br>Hasil penelitian bahwa distribusi frekuensi usia ibu yaitu &lt;20 th 0 orang (0%) usia 20-35 th 11<br>orang (13,25%) usia &gt; 35 th 72 orang (86,75%) distribusi frekuensi pendidikan ibu pendidikan dasar<br>74 orang (89,25) pendidikan menengah 8 orang (9,64%) pendidikan tinggi 1 orang (1,2%) distribusi<br>frekuensi pekerjaan ibu dengan ibu tidak bekerja 52 orang (62,65%) ibu bekerja 31 orang ( 37,35%). <br>Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah karakteristik ibu yang mengalami kanker<br>serviks yaitu umur &gt;35 tahun 72 orang(86,75%). Pendidikan dasar berjumlah 74 orang (89,25%) dan<br>ibu yang tidak berkerja berjumlah 52 orang(62,65%), upaya untuh mencegah kenker serviks harus<br>terus di lakukan dengan meningkatkan program-program promosi kesehatan, melakukan pemeriksaan<br>iva, deteksi dini tanda bahaya kanker serviks.</p> Tusi Eka Redowati; admin admin Copyright (c) 2021 Jurnal Kesehatan http://jurnal.akbid-wirabuana.ac.id/index.php/jukes/article/view/10 Thu, 06 May 2021 00:00:00 +0000 GAMBARAN IBU BERSALIN YANG MENGALAMI PRE-EKLAMPSIA BERAT http://jurnal.akbid-wirabuana.ac.id/index.php/jukes/article/view/8 <p>Penyebab langsung kematian ibu adalah perdarahan (30%), eklamsi (25%), partus lama (5%), <br>komplikasi abortus (8%), dan infeksi (12%). Preeklampsi berat adalah suatu komplikasi kehamilan<br>yang ditandai dengan timbulnya hipertensi 160/110 mmHg atau lebih disertai proteinuria pada umur<br>kehamilan 20 minggu atau lebih. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran ibu<br>bersalin yang mengalami preeklamsi berat di RSUD dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung tahun<br>2020. <br>Jenis penelitian ini adalah Deskriftif, subjek penelitin yaitu seluruh ibu berrsalin yang<br>mengalami preeklamsi berat, sedangkan objek penelitiannya adalah gambaran ibu bersalin yang<br>mengalami preeklampsia berat. Populasidalam penelitian ini yaitu 258 orang dan seluruh jumlah<br>populasi dijadikan sampel penelitian. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini berupa format<br>pengumpulan data, analisis data penelitian ini adalah analisis univariat dengan distribusi frekuensi. <br>Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu bersalin yang mengalami PEB di RSUD Abdoel<br>Moeloek Tahun 2015 mayoritas adalah ibu yang berusia 20-35 tahun 155 ibu (60,1%), paritas<br>multipara sebanyak 150 ibu (58,1%),ibu yang mempunyai riwayat preeklamsi sebanyak 188 ibu<br>(72,9%), ibu yang tidak mengalami distensi rahim 206 ibu (79,8%). <br>Kesimpulan ibu bersalin yang mengalami preeklamsia berat di RSUD Dr. H Abdoel Moeloek<br>Bandar Lampung tahun 2020 mayoritas adalah ibu yang berusia 20-35, paritas multipara, ibu yang<br>mempunyai riwayat preeklamsi, dan ibu yang tidak mengalami distensi rahim. Disarankan kepada ibu<br>hamil untuk rutin memeriksakan kehamilannya setiap bulan sesuai jadwal dan memeriksakan tekanan<br>darahnya agar mendapat pengobatan dan mendeteksi komplikasi sedini mungkin.</p> Ria Muji Rahayu; admin admin Copyright (c) 2021 Jurnal Kesehatan http://jurnal.akbid-wirabuana.ac.id/index.php/jukes/article/view/8 Thu, 06 May 2021 00:00:00 +0000 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PLASENTA PREVIA http://jurnal.akbid-wirabuana.ac.id/index.php/jukes/article/view/5 <p>Frekuensi perdarahan antepartum karena plasenta previa sekitar 3 sampai 4% dari semua <br>persalinan. Berdasarkan data yang diperoleh di RSUD dr. H Abdul Moeloek pada tahun 2019 terdapat<br>3,9% kejadian plasenta previa, tahun 2018 (3,6%) dan pada tahun 2017 (3,1%). Tujuan dari penelitian<br>ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian plasenta previa di RSUD dr. H<br>Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2020. <br>Metode penelitian yaitu metode Analitik dengan pendekatan case control. Populasi pada<br>penelitian ini ibu bersalin di RSUD dr. H Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2020, dan<br>berdasarkan hasil perhitungan sampel minimal sebanyak 44 ibu yang mengalami plasenta previa<br>sebagai sampel kasus dan sampel kontrol dengan perbandingan 1:1, berarti jumlah total sampel 88 ibu<br>bersalin. Cara ukur yang digunakan dokumentasi rekam medik, alat ukur berupa lembar checklist<br>dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling kemudian dianalisa secara univariat<br>dengan distribusi frekuensi dan bivariat dengan uji chi square. <br>Hasil analisis univariat pada kelompok kasus menunjukkan usia beresiko tinggi 81,8%, paritas<br>resiko tinggi 61,4%, jarak kehamilan &lt; 2 tahun 63,6% dan riwayat abortus sebesar 68,2%, pada<br>kelompok kontrol menunjukkan usia beresiko tinggi 59,1%, paritas resiko tinggi 25,0%, jarak<br>kehamilan &lt; 2 tahun 6,8% dan riwayat abortus 36,4% . Hasil uji chi square dengan kejadian plasenta<br>previa diperoleh usia p-value=0,000 dan OR=6,500, paritas p-value=0,001 dan OR=4,765, jarak<br>kehamilan p-value=0,000 dan OR 23,917, kemudian riwayat abortus dengan p-value=0,003 dan OR<br>3,750. <br>Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara usia, paritas, jarak kehamilan<br>dan riwayat abortus dengan kejadian plasenta previa sehingga disarankan untuk melakukan<br>penanganan yang lebih intensif pada ibu dengan faktor resiko terjadinya plasenta previa diharapkan<br>untuk ibu melakukan ANC secara rutin.</p> Ike Hesti Puspasari; admin admin Copyright (c) 2021 Jurnal Kesehatan http://jurnal.akbid-wirabuana.ac.id/index.php/jukes/article/view/5 Fri, 30 Apr 2021 00:00:00 +0000 HUBUNGAN PARITAS DAN KEHAMILAN PREMATUR PADA IBU BERSALIN DENGAN LETAK LINTANG http://jurnal.akbid-wirabuana.ac.id/index.php/jukes/article/view/9 <p>Menurut WHO kematian ibu adalah kematian seorang wanita terjadi saat hamil, bersalin, atau <br>42 hari setelah persalinan dengan penyebab yang berhubungan langsung maupun tidak langsung<br>terhadap persalinan. Hasil survey Demografi Kesehatan Indonesia tahun 2012 AKI mencapai 359<br>kematian per 100.000 kelahiran hidup. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan paritas<br>dan kehamilan prematur pada ibu bersalin dengan letak lintang di RSB Permata Hati Kota Metro tahun<br>2018.<br><br>Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian analitik. Populasi pada penelitian ini<br>adalah seluruh ibu yang bersalin di RSB Permata Hati Kota Metro tahun 2018 yang berjumlah 2076<br>ibu bersalin dan sampel diambil dengan teknik Systematic Random Sampling yang berjumlah 400 ibu<br>bersalin. Dengan teknik pengambilan sempel menggunakan simple random sampling didapatkan hasil<br>ibu yang bersalin dengan tidak letak lintang sebanyak 372 (93%) dan ibu bersalin yang mengalami<br>letak lintang sebanyak 28 (7%). Cara ukur yang digunakan dengan dokumentasi rekam medik dengan<br>alat ukur berupa lembar cheklist yang dianalisa secara univariat dengan distribusi frekuensi dan<br>bivariat dengan uji chi squere. <br>Dari hasil penelitian didapatkan distribusi frekuensi paritas ibu bersalin yang paling banyak<br>yaitu paritas multipara sebanya 202 (50,50%), distribusi frekuensi dari ibu bersalin yang mengalami<br>kehamilan prematur sebanyak 44 (11%), dengan kejadian letak lintang sebanyak 28 (7%). Paritas<br>dengan letak lintang dengan x<br>2 <br>hitung <br>(2,83)&lt; x<br>2<br>tabel <br>(5,99) dan kehamilan prematur dengan letak lintang<br>dengan x<br>2 <br>hitung <br>(6,04)&gt; x<br>2<br>tabel <br>(3,841).<br>Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara kehamilan <br>prematur dengan letak lintang sedangkan pada paritas tidak terdapat hubungan antara paritas dengan<br>letak lintang. Hal ini mungkin disebabkan terdapat faktor-faktor lain yang menyebabkan letak lintang.<br>Namun untuk kehamilan prematur yang memiliki hubungan dengan letak lintang disarankan bagi ibu<br>hamil untuk memeriksakan kehamilannya secara rutin agar dapat dideteksi secara dini kelainan letak<br>pada kehamilannya dan bisa mendapatkan penanganan secara dini.</p> Tri Susanti; admin admin Copyright (c) 2021 Jurnal Kesehatan http://jurnal.akbid-wirabuana.ac.id/index.php/jukes/article/view/9 Thu, 06 May 2021 00:00:00 +0000 GAMBARAN FAKTOR PENYEBAB IBU YANG MELAHIRKAN BAYI ASFIKSIA http://jurnal.akbid-wirabuana.ac.id/index.php/jukes/article/view/7 <p>Anemia adalah suatu penurunan masa sel darah merah, atau total hemoglobin secara lebih cepat, <br>kadar hemoglobin normal pada wanita sudah menstruasi adalah 12,0 gr/dl dan untuk wanita hamil 11,0<br>gr/dl. 53,7% - 56% angka kejadian anemia terjadi di Negara-negara berkembang. Di MA Roudlotut<br>Tholibin terdapat 12,75 % remaja yang mengalami anemia di tahun 2018. Tujuan dari penelitian ini<br>adalah untuk mengetahui Hubungan Antara Siklus Menstruasi, Kebiasaan Sarapan Pagi, Lama<br>Menstruasi, Dan Pola Aktivitas Sehari-Hari Dengan Kejadian Anemia pada remaja putri. <br>Jenis penelitian ini adalah analitik, subjek penelitian yaitu 115 remaja putri di MA Roudlotut<br>Tholibin tekik sempling menggunakan teknik quota sampling. Teknik pengumpulan data<br>menggunakan kuesioner dan pemeriksaan hemoglobin dengan Hb Digital. Rumus yang digunakan<br>yaitu univariat dan bivariat menggunakan chi square. <br>Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa dari 115 remaja putri terdapat 36 remaja putri (31,3<br>%) remaja putri dengan anemia, mayoritas remaja putri mempunyai siklus menstruasi 21 hari yaitu 44<br>remaja putri (38,3%), terdapat 83 remaja putri (71,2%) yang lama menstruasinya &gt; 7 hari, serta<br>mayoritas remaja putri tidak melakukan sarapan pagi yaitu sebanyak 83 remaja putri (72,1%), dan<br>terdapat sebanyak 90 remaja putri (78,3 %) yang aktif mengikuti kegiatan ekstrakulikuler, les, dan<br>organisasi. Dari hasil penelitian pembahasan tidak terdapat hubungan siklus menstruasi dengan anemia <br>dengan p value (0,169) &gt;  (0,05), terdapat hubugan antara lama menstruasi dengan anemia dengan p<br>value (0,044) &lt;  (0,05) dan OR 2,605, terdapat hubungan antara kebiasaan sarapan pagi dengan<br>anemia dengan P value (0,004) &lt;  (0,0)5 dan OR 3,318, serta terdapat hubungan antara aktivita<br>sehari-hari dengan anemia dengan P value (0,042) &lt;  (0,05) dan OR 0,394. <br>Disarankan kepada remaja agar aktif mengikuti kegiatan penyuluhan, aktif mencari informasi<br>tentang kesehatan dan makanan bergizi serta diharapkan remaja mengkosumsi tablet tambah darah<br>saat menstruasi minimal 1 kali dalam seminggu, dan juga diharapkan untuk dapat meningkatkan<br>kesadaran diri untuk lebih mengetahui tanda-tanda anemia.</p> nurma Hidayati; admin admin Copyright (c) 2021 Jurnal Kesehatan http://jurnal.akbid-wirabuana.ac.id/index.php/jukes/article/view/7 Thu, 06 May 2021 00:00:00 +0000