GAMBARAN IBU BERSALIN YANG MENGALAMI PRE-EKLAMPSIA BERAT

Authors

  • Ria Muji Rahayu
  • admin admin

Keywords:

Usia, Paritas, Riwayat Preeklamsi, Distensi Rahim

Abstract

Penyebab langsung kematian ibu adalah perdarahan (30%), eklamsi (25%), partus lama (5%),
komplikasi abortus (8%), dan infeksi (12%). Preeklampsi berat adalah suatu komplikasi kehamilan
yang ditandai dengan timbulnya hipertensi 160/110 mmHg atau lebih disertai proteinuria pada umur
kehamilan 20 minggu atau lebih. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran ibu
bersalin yang mengalami preeklamsi berat di RSUD dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung tahun
2020.
Jenis penelitian ini adalah Deskriftif, subjek penelitin yaitu seluruh ibu berrsalin yang
mengalami preeklamsi berat, sedangkan objek penelitiannya adalah gambaran ibu bersalin yang
mengalami preeklampsia berat. Populasidalam penelitian ini yaitu 258 orang dan seluruh jumlah
populasi dijadikan sampel penelitian. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini berupa format
pengumpulan data, analisis data penelitian ini adalah analisis univariat dengan distribusi frekuensi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu bersalin yang mengalami PEB di RSUD Abdoel
Moeloek Tahun 2015 mayoritas adalah ibu yang berusia 20-35 tahun 155 ibu (60,1%), paritas
multipara sebanyak 150 ibu (58,1%),ibu yang mempunyai riwayat preeklamsi sebanyak 188 ibu
(72,9%), ibu yang tidak mengalami distensi rahim 206 ibu (79,8%).
Kesimpulan ibu bersalin yang mengalami preeklamsia berat di RSUD Dr. H Abdoel Moeloek
Bandar Lampung tahun 2020 mayoritas adalah ibu yang berusia 20-35, paritas multipara, ibu yang
mempunyai riwayat preeklamsi, dan ibu yang tidak mengalami distensi rahim. Disarankan kepada ibu
hamil untuk rutin memeriksakan kehamilannya setiap bulan sesuai jadwal dan memeriksakan tekanan
darahnya agar mendapat pengobatan dan mendeteksi komplikasi sedini mungkin.

Published

2021-05-06

Issue

Section

##section.default.title##